Super Camp

Membangun Solidaritas Melalui Kegiatan Super Camp

Kegiatan super camp diawali dengan kegiatan apel pagi lalu disusul dengan kegiatan PJBL (Project Based Learning). Pada bagian ini akan dijelaskan lebih detail pada kolom artikel lain. Ketika matahari hampir di atas kepala, kegiatan dilanjutkan dengan materi hidroponik yang dipandu oleh kak Wahdan dan kak Agha. Dalam hal ini semua peserta super camp mendapat materi langkah atau cara awal untuk menanam tanaman berbasis hidroponik. Salah satu yang mengagetkan bagi sebagian peserta adalah rockwool, yaitu media pengganti tanah, terbuat dari batu yang mengalami proses kimia buatan.

Selanjutnya ishoma, semua peserta melepas penat dengan cara bermain gitar dan ada juga yang menggunakan waktunya untuk tidur sejenak. Pukul 13.00 WIB waktunya materi agama yang diisi ustadz Hilman Azhari , S. Pd. dengan tema Peran Remaja dalam Agama Islam, di sini peserta ambisius bertanya, adapun yang bertanya di luar dari tema tersebut. Semua tertampung dengan jawaban yang jelas dan mudah dipahami oleh peserta.

Setelah materi keagamaan barulah waktunya berlomba. Namun, pada saat itu cuaca tidak bersahabat, awan hitam telah mengumpul di atas langit, tidak berselang lama rintikan hujan turun, membasahi lapangan yang akan digunakan untuk lomba. Akan tetapi, justru adanya hujan, sebagian ada yang senang karena bisa berlomba bersamaan dengan bermain hujan, ada juga yang menjadi manyun karena lomba yang ditunggu-tunggu ditiadakan, yaitu lomba voli karena kondisi lapangan yang menjadi licin. Lomba yang tersisa saat itu adalah putri salju dan air melayang. “Lakukan saja” jawab Nouval Muhammad Dikry ketika kami mewawancarainya.

Semua peserta tampak bersemangat menunggu gilirannya untuk nama kelompoknya dipanggil. Waktu tidak terasa sudah pukul 03.30 WIB karena peserta menikmati lomba-lomba yang ada. Waktu yang sebenarnya digunakan untuk lomba voli diganti dengan acara nonton film bareng. Film yang diputar berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu, film yang diputar pertama di bioskop pada tanggal 12 Desember 2019 adalah adaptasi dari karya novel Tere Liye yang terbit pertama pada tahun 2009. Semua peserta sekaligus panitia wajib membuat catatan review penilaian film dan cerita guna memenuhi tugas dari mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semua secara seksama memperhatikan filmnya sampai selesai. Selesai film, peserta melaksanakan ishoma dan persiapan lomba pentas seni yang dilaksanakan setelah sholat isya’.

Tiba waktunya pertunjukan pentas seni dari masing-masing kelompok. Dari panitia juga menampilkan pentas seninya. Hal tersebut menambah semarak pada malam minggu peserta. Tawa semua peserta lepas, semua keletihan dari hirukpikuk kegiatan ma’had dan sekolah hilang. “Awalnya sih tengang terus jadi happy” jawaban dari Eiros Candra ketika kami tanyai mengenai super camp.

Minggu pagi semua peserta sekaligus panitia mendapat outbound dari Palapa Outbound. Dalam hal ini peserta dan panitia super camp tadi dijadikan satu. Rasa persamaan, persahabatan, dan pengenalan satu sama lain harus tumbuh sehingga dapat memenangkan permainan yang dibawakan oleh mereka. Akhir dari outbound adalah flying fox, rasa penasaran dan semangat selalu menghantui sembari menunggu giliran.

Acara terakhir super camp adalah pembagian hadiah sekaligus penutupan, pemenang lomba yang diumumkan oleh ananda Muhammad Ramadhan, dengan ekspresi lucu si pemandu acara sehingga peserta tidak bisa menahan tawa bahagia. Pemenang lomba pentas seni putra dari kelompok kopril yang menampilkan pantonim Perbedaan Orang Jepang dan Orang Indonesia. Sementara itu, pemenang pentas seni putri dari kelompok Gretzela yang menampilkan parodi film Aladdin pada part menyanyikan A whole New World.

 

Oleh Jane Austen, Journalist of SMA Al Huda Boarding School