• (0356) 8833799
  • smaalhuda01@gmail.com

Tata Tertib
yuk lihat detail profil tata tertib sma al-huda tuban

                                                                            TATA TERTIB SEKOLAH

                                                           BENTUK PELANGGARAN DAN SKOR SANKSI

                                                                   SMA AL HUDA BOARDING SCHOOL

                                                                        TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

Ketentuan Umum

 

  1. Setiap siswa yang melanggar tata tertib diberikan sanksi langsung dan kredit poin berdasarkan jenis pelanggarannya.
  2. Setiap benda yang termasuk dalam kategori larangan membawa, menggunakan, dan menyimpan akan diambil dan tidak dikembalikan sesuai dengan kebijakan sekolah.
  3. Semakin besar kredit poin yang diberikan, menunjukkan semakin besar bobot pelanggaran yang dilakukan siswa.
  4. Pelanggaran yang dilakukan lebih dari satu kali, kredit poin diakumulasikan dengan pelanggaran sebelumnya dengan jenis sanksi sesuai kredit poin akumulasi.
  5. Kredit poin pelanggaran diakumulasikan selama 1 tahun, dengan ketentuan sebagai berikut :

 

 

NO

BENTUK PELANGGARAN

SKOR SANKSI

A. SIKAP PERILAKU

  1.  

Berbicara pada saat apel/upacara berlangsung .

10

  1.  

Berbicara (clometan) saat KBM berlangsung

10

  1.  

Makan atau minum saat pelajaran .

10

  1.  

Makan dan minum menggunakan tangan kiri.

10

  1.  

Membuang sampah sembarangan.

10

  1.  

Meludah sembarangan.

10

  1.  

Tidak membawa buku sesuai jadwal pelajaran.

10

  1.  

Membuat keributan/gaduh/mengganggu teman pada saat pelajaran / mengganggu ketenangan lingkungan.

10

  1.  

Mencoret-coret atau mengotori dinding, pintu, meja, kursi dan pagar sekolah.

10

  1.  

Membawa atau bermain kartu remi dan domino di sekolah

10

  1.  

Bermain bola di koridor dan di dalam kelas

10

  1.  

Menyontek atau berdiskusi dengan teman saat ujian berlangsung.

10

  1.  

Duduk atau berdiri di atas meja/pagar/jendela

15

  1.  

Memakai barang orang lain tanpa seizin pemiliknya

15

  1.  

Menulis atau berkata kotor dan tidak sopan

15

  1.  

Melindungi teman yang bersalah

15

  1.  

Merayakan ulang tahun berlebihan

20

  1.  

Membeli makanan atau minuman selama kegiatan berlangsung

25

  1.  

Tidak mengikuti pelajaran tanpa izin

25

  1.  

Meneror/menakut-nakuti/menyakiti hati teman/memrundung (membuli)

25

  1.  

Membaca buku selain buku pelajaran (seperti majalah/komik/novel/dan lain sebagainya pada saat pembelajaran)

25

  1.  

Membawa/menggunakan seperangkat Audio Video Player (MP3, MP4, laptop, ipad dan sejenisnya) tanpa seizin wali kelas atau guru mata pelajaran

25

  1.  

Menyalahgunakan uang SPP atau uang sekolah

25

  1.  

Membawa atau membunyikan petasan

30

  1.  

Memberi jawaban  meminta jawaban teman, membuat catatan kecil

40

  1.  

Mengganggu/membuat gaduh saat sholat/do'a /kultum

40

  1.  

Membuat surat keterangan/izin palsu

40

  1.  

Meloncat jendela dan pagar sekolah

40

  1.  

Merusak sarana dan prasarana sekolah dan atau orang lain dengan sengaja

40

  1.  

Tidak mengenakan masker

50

  1.  

Membawa atau memakai kendaraan bermotor ke sekolah

50

  1.  

Menyimpan/ menggunakan seperangkat alat komunikasi seperti Handphone dan sejenisnya.

50

  1.  

Bertindak tidak sopan/melecehkan Kepala Sekolah, guru, dan karyawan sekolah

50

  1.  

Mengancam/mengintimidasi Kepala Sekolah, guru dan karyawan

100

  1.  

Membawa/membantu menyimpan dan atau mengonsumsi rokok

100

  1.  

Menyalahgunakan media sosial yang merugikan pihak lain yang berhubungan dengan sekolah..

100

  1.  

Bertemu lawan jenis dengan sengaja

100

  1.  

Mengancam/memalak/meminta dengan paksaan/mengintimidasi teman sekelas/teman sekolah

125

  1.  

Meninggalkan sholat dengan sengaja

125

  1.  

Melakukan pemukulan/kekerasan/perkelahian sampai melukai fisik

125

  1.  

Berpacaran secara langsung maupun elektronik

125

  1.  

Berjudi /membawa alat perjudian dalam bentuk apapun di sekolah

150

  1.  

Membawa/menyalahgunakan senjata tajam, senjata api dsb. di sekolah

150

  1.  

Terlibat langsung maupun tidak langsung pada pertengkaran/perkelahian/tawuran di sekolah, di luar sekolah atau antar sekolah

150

  1.  

Mengikuti aliran / perkumpulan / geng terlarang / komunitas LGBT dan radikalisme

150

  1.  

Membawa / membuat / mengedarkan / menyimpan  media cetak/elektronik yang memiliki unsur pornografi dan pornoaksi

200

  1.  

Mencuri barang milik sekolah / orang lain baik di sekolah maupun di luar sekolah

200

  1.  

Membawa / menyimpan / mengonsumsi / mengedarkan minuman keras

250

  1.  

Membawa / menyimpan / mengonsumsi / mengedarkan narkoba

250

  1.  

Memalsukan stempel sekolah, edaran sekolah atau tanda tangan Kepala Sekolah, guru, dan karyawan sekolah

250

  1.  

Terlibat tindakan kriminal, mencemarkan nama baik sekolah

250

  1.  

Berperilaku jorok atau asusila baik di dalam maupun di luar sekolah

250

  1.  

Terbukti hamil atau mengahamili

250

  1.  

Terbukti menikah

250

B. KERAJINAN

  1.  

Datang terlambat

10

  1.  

Tidak mengikuti pelajaran tanpa izin

10

  1.  

Meninggalkan kelas tanpa izin

10

  1.  

Izin keluar tidak kembali

10

  1.  

Berada di kantin saat jam pelajaran

10

  1.  

Tidak mengikuti dan melaksanakan piket 10 K

10

  1.  

Tidur di kelas saat pelajaran berlangsung

10

  1.  

Tidak membawa buku yang berkaitan dengan pelajaran

10

  1.  

Tidak mengerjakan tugas

10

  1.  

Pulang sebelum waktunya tanpa izin dari sekolah

20

  1.  

Tidak masuk sekolah tanpa keterangan

20

  1.  

Tidak mengikuti upacara

20

  1.  

Tidak mengikuti kegiatan sekolah

20

  1.  

Tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler

20

  1.  

Tidak mengikuti sholat berjamaah di sekolah

20

C. KERAPIAN

  1.  

Memakai perhiasan yang berlebihan

10

  1.  

Menggunakan jilbab tidak sesuai dengan ketentuan sekolah

10

  1.  

Tidak meletakkan peralatan sekolah / mukena / Al - Quran pada tempatnya

10

  1.  

Tidak mengembalikan peralatan makanan  minum pada tempatnya

10

  1.  

Tidak berseragam sesuai dengan ketentuan

10

  1.  

Tidak memakai seragam olahraga saat pelajaran olahraga / tidak berganti pakaian seragam saat selesai pelajaran olahraga

10

  1.  

Tidak memasukkan baju

10

  1.  

Melipat lengan baju, baju tidak dikancingkan

10

  1.  

Seragam yang dicoret-coret

10

  1.  

Celana atau rok tidak dikelim

10

  1.  

Celana atau rok sobek

10

  1.  

Tidak memakai kaos kaki

10

  1.  

Memakai kaos kaki tidak sesuai ketentuan (senin-kamis putih, jumat-sabtu hitam)

10

  1.  

Tidak memakai ikat pinggang

10

  1.  

Memakai ikat pinggang tidak sesuai ketentuan (hitam polos)

10

  1.  

Atribut seragam tidak lengkap

10

  1.  

Tidak memakai sepatu hitam (selain olahraga)

10

  1.  

Berambut panjang terurai (peserta didik putri)

10

  1.  

Memakai aksesoris yang dikenakan putri seperti gelang, kalung, anting, dan tindik bagi siswa putra 

25

  1.  

Memberi warna rambut

25

  1.  

Memanjangkan rambut bagi siswa putra

25

  1.  

Memakai make up secara berlebihan (lipstik, bedak, mascara, dll)

25

  1.  

Memanjangkan kuku, mengecat kuku, atau memakai kuteks

25

  1.  

Model rambut punk / mohawk / model bergaris / list

40

  1.  

Tidak mengenakan jilbab

40

  1.  

Menggunakan pakaian yang menunjukkan bagian-bagian vital (tidak menutup aurat)

100

 

 

Keterangan

  • Barang bawaan yang termasuk dalam daftar terlarang akan ditindak dengan melakukan pengambilan barang dan tidak dikembalikan.
  • Jika pelanggaran yang sama diulang, maka kategori sanksi dinaikkan setingkat lebih berat.
  • Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian.

 

TAHAPAN PENANGANAN PELANGGARAN

NO

KATEGORI PELANGGARAN

RENTANG SKOR PELANGGARAN

TINDAK LANJUT

  1.  

Pelanggaran Ringan

10-35

Peringatan ke I (Petugas Ketertiban)

36-55

Peringatan ke II (Koord. Ketertiban)

  1.  

Pelanggaran sedang

56-75

Panggilan Orang tua ke I (Wali Kelas)

76-95

Panggilan Orang tua ke II (Guru BK)

96-150

Panggilan Orang tua ke III (Koord. BK)

  1.  

Pelanggaran berat

151-249

Skorsing (Wakasek Kepesertadidikan)

250-ke atas

Dikembalikan ke orang tua (Kepala Sekolah)

 

 

 

DEBET POIN SISWA (REWARD)

 

Ketentuan Umum

 

  1. Siswa dapat mengurangi kredit poin pelanggarannya dengan melakukan suatu prestasi yang positif yang besarnya disesuaikan dengan tingkat prestasi yang dicapai.
  2. Pengurangan kredit poin seperti yang diatur dalam ayat 1 di atas dapat diberlakukan apabila siswa yang bersangkutan telah mempunyai kredit poin pelanggaran pada saat itu.
  3. Debet poin hanya dapat digunakan pada saat itu saja dan tidak dapat diperhitungkan di kemudian hari
  4. Pengurangan kredit poin dapat terus dilakukan sampai kredit poin pelanggaran mencapai nol.
  5. Dalam hal perolehan debet poin ternyata lebih besar dari kredit poin pelanggarannya, maka debet poin hanya bisa mengurangi kredit poin pelanggaran sampai mencapai poin nol (kredit poin pelanggaran tidak bisa sampai minus) dan sisanya tidak dapat digunakan dikemudian hari.

 

NO

BENTUK PENGHARGAAN

KRITERIA

POIN

  1.  

BERPRESTASI AKADEMIK & NON AKADEMIK

Membawa nama baik sekolah dengan mengikuti kejuaraan, kompetisi atau pagelaran

 

  1. Tingkat Internasional

150

  1. Tingkat Nasional

100

  1. Tingkat Provinsi

75

  1. Tingkat kota/kabupaten

50

  1. Tingkat kecamatan

25

  1. Mengikuti lomba sebagai peserta (tidak juara)

10

  1. Sepuluh besar sekolah/paralel

50

  1. Tiga besar kelas

25

  1. Mengikuti pelatihan LDKMS

15

  1. Diangkat menjadi ketua OSIS

25

  1. Diangkat menjadi pengurus OSIS

20

  1.  

TIDAK BERPRESTASI AKADEMIK & NON AKADEMIK

  1. Tidak pernah alpa (bagi peserta didik yang mempunyai catatan pelanggarana)

25

  1. Tidak pernah terlambat selama 1 bulan berturut-turut (bagi peserta didik yang mempunyai catatan pelanggaran)

15

  1. Mampu menunjukkan catatan pelajaran lengkap dalam yang telah ditentukan

30

Dari 3 (tiga) ketentuan di atas yang boleh mendapat pengurangan poin hanya peserta didik yang sudah mencapai poin pelanggaran di atas 100

 

SANKSI PELANGGARAN SISWA

Bagi siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib baik sengaja maupun tidak, akan diberikan sanksi:

  1. Pembinaan secara bertahap terhadap siswa kemudian diikuti dengan pemanggilan orang tua siswa sesuai dengan jenis pelanggaran dan jumlah skor pelanggaran.
  2. Peringatan tertulis dan membuat surat pernyataan dan apabila masih ada pelanggaran lagi yang sama akan diberikan yang sesuai.
  3. Bentuk sanksi peringatan bisa berupa wajib lapor setiap datang dan pulang sekolah dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan jenis pelanggaran dan jumlah skor pelanggaran.
  4. Diberikan sanksi tidak naik kelas/tidak lulus apabila telah melampaui skor pelanggaran 200 atau setara dengan tidak masuk sekolah tanpa keterangan (alpa) lebih dari 10 kali baik berturut-turut atau tidak selama satu tahun.
  5. Dikembalikan kepada orang tua siswa apabila telah melampaui jumlah skor pelanggaran 250 atau lebih dari 250.

KETENTUAN KENAIKAN KELAS

Kenaikan kelas pada setiap jenjang dilaksanakan dengan mengacu pada hasil penilaian setiap mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri sesuai dengan standar penilaian yang ditetapkan pemerintah dan SMA Al Huda Boarding School, serta keputusan  dewan guru melalui rapat pleno kenaikkan kelas. Adapun ketentuan kenaikkan kelas diatur sebagai berikut:

  1. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau akhir semerter genap.
  2. Peserta didik kelas X dinyatakan tidak naik ke kelas XI apabila yang bersangkutan tidak mencapai nilai KKM, lebih dari 3 mata pelajaran.
  3. Peserta didik kelas XI dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai nilai KKM, lebih dari 3 mata pelajaran.
  4. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas ke kelas XI atau ke kelas XII, apabila terdapat nilai kepribadian kurang dari baik (B) atau dengan skor pelanggaran 200 sesuai dengan buku tata tertib siswa.
  5. Kenaikkan kelas didasarkan dari semua mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada rapat pleno dewan guru.